Kemenangan Inter Karena Cermat Akan Bola Mati

Kemenangan Inter Karena Cermat Akan Bola Mati

Betking88Casino – Berlaga di Stadioan Giuseppe Meazza, baik Benevento dan Internazionale Milano ingin mendapatkan poin penuh. Di mana sanga tuan rumah menginginkan bangkit dari keterpurukan dan tim tamu ingin lolos dari ona degradai.

Pada pertandingan kali ini, Joao Miranda dan Mauro Icardi masih tidak ikut dari kesebelasan Inter. Sedangkan beberapa nama seperti Sandro, Enrico Brignola an Nicolas Viola yang minggu lalu merupakan pemeran utama atas kemenangan Benevento, kembali bermain pada line up.

Berlaga di kandang sendiri tidak membuat I Nerazzurri bisa menikmati permainan dan menguasai pertandingan. Bahkan sejak awal laga, Antonio Candreva an rekan setimnya sulit untuk menembus line pertahanan dari I Giallorossi. Terlebih lagi pada sepertiga akhir, mereka sangat kebingungan.

Sadar akan hal itu, pemain naungan Roberto De Zerbi memanfaatkannya dengan melancarkan ke gawang Inter terus menerus. Beberapa kesempatan bisa mereka ciptakan, salah satunyanya tendangan Massimo Coda yang tidak bisa dibendung oleh Samir Handanovic.

Namun keberuntungan masih berpihak pada tim besutan Luciano Spalletti. Di mana hingga akhir babak pertama kedudukan masih seimbang 0-0. Selepasa istirahat, kedua tim lebih intimidati untuk mendapatkan gol.

Kedua tim mencoba mengganti tenaga baru agar bisa tampil dengan sempurna. Inter sendiri menggantikan Rafinha dengan Yann Karamoh, sedangkan Benevento memasukkan Danilo Cataldi untuk menggantikan Filip Djuricic.

Pertandingan monoton akhirnya menjadi lebih seru pada mneit ke 66. Milan Skriniar memanfaatkan dengan baik umpan yang diberikan oleha Joao Cancelo. Dengan sedikit sundulan dan akhirnya menembus gawang Christian Puggioni.

Dua menit berselang, Puggioni kembali kebobolan setelah Andrea Ranocchia sukses menerima tendangan bebsa Cancelo dari luar kotak pinalti Benevento. Dan gol kembali terbentuk dari tandukan.

Hal tersebut membuat I Giallorossi berusaha dengan keras untuk bisa meraih gol. Tragisnya, perjuangan mereka harus berakhir dengan kartu merah untuk Viola pada sepuluh menit sebelum babak berakhir.

Skor 2-0 tetap bertahan hingga peliut panjang Luca Pairetto terdengar. Kemenangan Inter karena aksi cantik dua bek tengahnya, membawa mereka melenggang ke posisi tiga classifica. Sedangkan Beneveto masih bertahan di posisi akhir dengan bayangan relegasi.